Dari semua pilihan awal suatu bisnis, yang paling ditakuti dan disalahpahami adalah pemasaran jaringan atau MLM (Multi Level Marketing). Kenyataannya adalah penjualan langsung (di mana pemasaran jaringan dan MLM merupakan bagian darinya) adalah cara yang layak untuk memulai bisnis dengan cepat dan terjangkau. Tetapi seperti semua aspek kehidupan lainnya, itu terserah Anda ingin melakukan uji lebih dalam sebuah peluang bisnis. Tantangan bagi Anda adalah untuk mengetahui tanda-tanda penipuan yang mengatasnamakan MLM. Mungkin ada beberapa dari anda yang belum mengetahui tanda-tanda ini.

Jadi, sebelum memutuskan untuk bergabung bisnis dengan perusahaan MLM, pastikan Anda sudah membaca 10 tanda penipuan yang mengatasnamakan MLM, atau tanda-tanda MLM yang buruk di bawah ini untuk menjaga diri Anda tetap aman.

  1. Tidak ada produk yang dijual atau produk berkualitas rendah. Ada banyak ciri-ciri penipuan MLM yang harus anda perhatikan, salah satunya adalah produk yang di tawarkan. Pastikan bahwa perusahaan MLM yang ingin anda ikuti memiliki produk yang tentu berkualitas. Program bisnis yang hanya mementingkan perekrutan member saja kemungkinan adalah skema piramida. Jika suatu perusahaan tidak berfokus pada memperoleh lebih banyak pelanggan untuk membeli produk-produknya, tetapi lebih pada “membangun tim” atau keanggotaan, lebih baik anda lebih berhati-hati. Tentu harus di lihat pula barang apa yang dijual. Haruslah barang yang berkualitas dan tentu memiliki manfaat yang nyata, jika tidak bisa jadi produk nya hanyalah kedok belaka. Landasan bisnis MLM yang baik adalah tentang mendapatkan produk dan layanan kepada konsumen. Biasanya dalam bisnis MLM berfokus pada keduanya, bonus yang di dapatkan bisa dari produk dan juga bisa dari merekrut tim, tapi jika hanya fokus pada perekrutan saja, kemungkinan bahwa itu MLM penipuan.
  2. Klaim Produk Tidak Benar & Tidak Ditemukan. Jelas sudah bahwa penipuan berkedok MLM, produk yang di tawarkan hanya sekedar kedok. Klaim palsu terlihat paling banyak di perusahaan kesehatan dan kebugaran di mana repetisi membanggakan produknya secara berlebihan bahwa produk mereka menyembuhkan penyakit atau mukjizat. Namun kembali lagi, bisnis yang sukses didirikan berdasarkan produk-produk berkualitas yang sudah terbukti. Jika perusahaan yang Anda pertimbangkan untuk bergabung memiliki produk aneh atau produk yang tampaknya terlalu bagus untuk menjadi kenyataan, berhati-hatilah. Dan juga pastikan produknya memiliki legalitas, sudah di sahkan oleh BPOM dan pemerintah.
  3. Taktik Penjualan Tinggi Tapi Belum Ada Legalitas. Taktik berlebihan yang paling umum adalah godaan untuk bergabung di perusahaan baru. Tentu perusahaan baru jangan anda remehkan dahulu. Pastikan bahwa perusahaan MLM yang anda ingin gabung sudah memiliki legalitas dan terdaftar di OJK, SIUPL dan tentu selalu bayar pajak. Walau perusahaan mengatakan bahwa penjualannya sudah tinggi, tentu anda harus melihat pula perusahaannya terlebih dahulu, apa benar sudah lulus dari semua legalitas.
  4. Tekanan Untuk Terus Membeli. Semua bisnis MLM pasti memiliki syarat biaya awal. Anda tidak dapat membeli McDonalds tanpa menginvestasikan uang, dan hal yang sama berlaku untuk bisnis MLM, walaupun jauh lebih murah. Yang dimaksudkan adalah penipuan berbasis MLM biasanya menyuruh membernya untuk terus berinvestasi. Dalam hal ini anda di paksa untuk terus beli. Jika bisnis MLM yang aman, tentu anda boleh membeli produk lagi jika produk milik anda sudah habis. Namun ini berbeda, anda di paksa untuk membeli produk lagi dengan kedok “jalur cepat menuju sukses.”
  5. Komunikasi Perusahaan Buruk. Jangan takut untuk bertanya. Jika Anda tidak mendapatkan jawaban yang kuat atau di sanksi karena tidak menjadi pemikir positif atau percaya pada perusahaan, anggap itu sebagai peringatan buat Anda. Agar bisa sukses di bisnis apa pun, Anda membutuhkan dukungan kuat dan pelatihan yang solid. Undang-undang mengharuskan perusahaan MLM memberi Anda banyak informasi, perincian tentang rencana kompensasi dan informasi keuangan tentang pendapatan rata-rata yang diperoleh oleh perwakilan. Pelajari ini dan ajukan pertanyaan. Jika perwakilan itu ragu-ragu untuk menjawab pertanyaan Anda atau mengutarakan kekhawatiran Anda, dia bukan orang yang bisa diajak bekerja sama. Perusahaan MLM yang sah ingin Anda diberi tahu.
  6. Pelatihan Berlangsung Mahal atau Barang Bisnis Lainnya Juga dijual. Sebagian besar tim perwakilan dan perusahaan memiliki pelatihan gratis baik secara offline maupun online. Meskipun mereka mungkin juga memiliki pelatihan tambahan (Lewat Audio atau video) yang dapat Anda beli, seharusnya tidak ada tekanan berlebihan hanya untuk pelatihan. Selain itu, sebagian besar perusahaan memiliki konvensi tahunan, yang bisa menyenangkan dan informatif, tetapi mahal untuk dihadiri. Jika sebuah perusahaan secara rutin menekan Anda dan diharuskan untuk membayar pelatihan, ini adalah peringatan lainnya. Atau lain halnya dengan perusahaan yang menjual produk perusahaan lain.
  7. Peringkat Biro Bisnis Yang Buruk Lebih Baik. Untuk tanda ini, Anda dapat melihat apakah ada keluhan dan bagaimana perusahaan menanganinya. Jika sebuah perusahaan merespons dan memperbaiki masalah (semua perusahaan di setiap industri akan memiliki masalah pada layanan pelanggan), itu pertanda baik. Namun, jika mereka gagal merespons atau menawarkan bantuan, itu tanda bahaya yang harus anda curigai.
  8. Praktik periklanan yang menipu. Beberapa perwakilan MLM akan mempromosikan bisnis mereka sebagai “pekerjaan” atau menggunakan deskripsi lain untuk memikat prospek. MLM bukan pekerjaan, itu bisnis. Setiap perwakilan MLM yang mempromosikan “pekerjaan” menggunakan penipuan dan bukan seseorang yang ingin Anda ajak bekerja sama. Praktik menipu lainnya (dan seringkali ilegal) termasuk membuat jaminan pendapatan atau menyarankan Anda menghasilkan uang dengan melakukan sedikit pekerjaan penipuan.
  9. Wawancara “Pekerjaan” yang Tidak Masuk Akal. Dalam hal ini, biasanya Perusahaan menyuruh perwakilannya untuk menyebar luaskan dan memikat orang agar datang ke “pertemuan” untuk mendengar bagaimana mereka bisa “memanfaatkan waktu dan uang.” Namun, dalam hal ini, perwakilan Perusahaan penipuan ini tidak membicarakan tentang nama perusahaan nya, karena takut dikira mencurigakan. Maka harus di curigai bahwa mereka bisa menjadi tanda perusahaan MLM penipuan yang harus anda hindari. Harus jelas dengan benar perusahaan yang ingin anda ikuti bisnisnya.
  10. Perasaan gelisah. Mindy Lilyquist, mantan pakar About.com Home Business, yang pernah ditipu oleh seorang MLM, melaporkan bahwa, “Dari hari pertama, saya merasa aneh. Saya merasa tidak tenang sejak saya mengikuti bisnis ini, karena ketika saya lihat lebih dalam, perwakilan lain juga menunjukkan kegelisahan.” Pelajaran di sini adalah untuk tidak mengabaikan intuisi Anda. Jika rasanya tidak benar, penipuan atau tidak,itu bukan bisnis yang bagus untuk anda. Jika Anda merasa dipaksa atau ditipu, maka jangan ambil bisnis itu.

Berikut tanda-tanda yang harus anda cermati sebelum memulai suatu bisnis. Beberapa seperti perasaan gelisah, tidak selalu merupakan penipuan, tetapi jelas merupakan indikasi atau peringatan bahwa bisnis itu bukan di takdirkan untuk anda. Anda dapat menghindari banyak kesalahan dan membangun bisnis MLM yang sukses dengan menyelidiki perusahaan, memilih produk atau layanan yang dapat Anda dapatkan, dan memiliki keyakinan, tidak hanya pada produk, tetapi juga dalam perusahaan dan sistem.

Jika sudah terlambat, dan Anda pikir Anda telah ditipu, ada beberapa hal yang dapat Anda coba untuk mendapatkan kembali uang Anda, termasuk menghubungi bank Anda, melaporkannya kepada Sekretaris Negara di negara bagian kantor pusat perusahaan, dan mengisi keluhan dengan Komisi Perdagangan Federal.

Leave a Reply