10 Penyebab Kegagalan Dalam Bisnis MLM Yang Tidak Disadari

 

Apa yang terbesit di pikiran anda ketika mendengar kata MLM?

Bisnis MLM atau biasa di sebut orang-orang dengan Bisnis Multi Level Marketing. Bisnis berbasis jaringan bertingkat-tingkat. Banyak orang yang setelah mendengar kata MLM, mereka skeptis, tidak percaya, meremehkan, dll. Namun, faktanya MLM merupakan salah satu bisnis, yang selain dapat mengembangkan potensi diri seseorang tetapi juga menjanjikan dari segi finansial.

Dengan sistem rekruitmen yang cukup unik, yaitu salah satunya adalah dengan cara direct selling, tanpa banyak orang sadari membuat diri seseorang menjadi semakin mandiri dengan tanpa adanya batasan dalam pengembangan serta peningkatan kreativitas dan inovasi.

Selain banyak yang sudah berhasil dalam berbisnis MLM, banyak pula kita temui yang gagal karena pada dasarnya cara yang digunakan salah atau berkurangnya kepercayaan diri dan tak sabaran. Adapun faktor-faktor utama timbulnya kegagalan tersebut, bacalah artikel ini sampai habis untuk mengetahuinya.

 

1. No Mindset (Tidak Ada Mindset)

Mindset atau pola pikir. Seseorang yang tidak memiliki pola pikir sukses, kemungkinan besar akan gagal dalam bisnis MLM. Perlu anda ketahui, sekecil kata yang mengandung kata “merendah diri” didalam pikiran Anda, akan besar memengaruhi setiap langkah yang sudah anda rancang. Contohnya, “ah, dia orang hebat, dia berhasil karena dia orang hebat. Kalau saya mah, bukan siapa-siapa.” Kalimat merendah diri seperti ini akan menghacurkan impian-impian yang mungkin sudah anda bangun dari sebelum anda bergabung suatu bisnis MLM.

Mindset harus jelas. Jangan jadikan bisnis MLM yang anda sedang jalani/yang ingin anda jalani hanya semata-semata hobi. Tetapi jadikan bagian dari bisnis murni sehingga tingkat keseriusan dan keuletan dapat mencapai titik optimal. (“Memperhatikan hal-hal sederhana yang sering diabaikan oleh banyak pria membuat beberapa pria menjadi kaya.”–Henry Ford).

 

2. No Serve (Tidak Ada Pelayanan)

“Pembeli adalah Raja.” Mungkin ungakapan itu sedikit berlebihan. Namun, ada benarnya jika mengingat bahwa ketika berjualan “kesan pertama haruslah yang terbaik.” Karena dalam bisnis ini, faktor pelayanan adalah prioritas utama. Hari ini, mungkin bisa saja konsumen tidak membelinya dikarenakan belum membutuhkannya atau masih ragu akan manfaat-manfaat dari produk. Tetapi keesokan hari atau lusa, masih memungkinkan bahwa mereka akan membelinya karena sudah membutuhkannya atau telah mengerti dengan baik manfaat-maanfaat dari produk. Jadilah, bahwa kesan pertama haruslah yang terbaik. (“Kebanyakan orang tidak tahu kapasitas raksasa yang bisa kita gunakan segera saat kita memfokuskan semua sumber daya kita untuk menguasai satu area kehidupan kita.”–Anthony Robbins.)

 

3. No Value (Tidak Ada Nilai)

Pada umumnya, konsumen lebih memilih membayar harga lebih mahal untuk barang yang lebih berkualitas nilainya daripada barang harga murah namun berkualitas rendah. Disini kegagalan yang tidak disadari dapat terjadi jika anda tidak bisa menawarkan produk yang anda jual dengan baik. Pada awalnya, kegagalan akan terjadi jika produk / servis hanya di tawarkan sebatas kulit luarnya saja, misalnya kemasan, karakter, harga, komposisi, dll. Ini bukanlah “kebutuhan” konsumen yang sebenarnya. Kebutuhan utama konsumen adalah “nilai / value” dari suatu produk yang anda jual itu, apa baik atau buruk. Jadi, walau harga murah, namun kualitas / nilai dari produk itu rendah, orang-orang akan lebih memilih mengeluarkan harga lebih tinggi dengan produk lain yang lebih berkualitas. Contohnya, harga mobil “Toyota” lebih mahal daripada mobil “Mercedes Benz”. Namun fungsi dari kedua mobil itu sama. Kenapa demikian? Karena “value / nilai” nya berbeda.

Jadi, sebelum menjual produk dari bisnis MLM-mu, jadikan produknya memiliki nilai yang lebih tinggi dibandingkan produk lain. (“Saya sangat percaya pada keberuntungan dan saya percaya semakin keras saya bekerja, semakin saya mendapatkan banyak keberuntungan”–Thomas Jefferson.)

 

4. No Selling (Tidak Ada Penjualan)

Bisa di katakan, ini adalah kemauan diri anda sendiri untuk sukses apa ada atau tidak, besar atau kecil kemauan anda untuk sukses? Walaupun produk dan servisnya yang paling The Best, tetapi jika tidak ada kemampuan atau kemauan untuk menjual, hasilnya pun akan nol.

Dalam bisnis MLM, tidak ada kata malas menjual produk. Anda harus terus rajin dan semangat entah itu memcari konsumen produk, maupun anggota. Terus semangat mencari solusi terbaik dengan menggunakan produk / servis yang di tawarkan dan mencari tahu kebutuhan orang-orang. (“Bayangkan apa yang kamu inginkan. Lihat, rasakan, percaya. Buat kerangka mentalmu dan mulai.”–Robert Collie)

 

5. Tidak Ada Catatan

Dalam setiap penjualan, ada catatan, ada laporan keuangan, pemasukan dan pengeluaran. Catatan ini berfungsi untuk dijadikan acuan. Catatan tersebut bisa berupa database atau catatan konsumen, sangat di perlukan untuk dijadikan sebuah acuan untuk intropeksi diri dan juga evaluasi dalam penerapan keputusan.

Apakah yang selama ini di lakukan benar atau salah? Apa dengan cara ini, bisnis saya berkembang atau tidak? Jika dalam catatan tersebut, hasil yang di terima tidak sesuai dengan target, maka cara yang di lakukan belum benar, atau belum maksimal.

Seperti kata Einstein, “Melakukan hal yang sama berulang-ulang dan mengharapkan hal yang terbaik itu namanya gila.” Jadi, jika dikiranya anda belum menemukan secercah cahaya kesuksesan yang anda impikan, mungkin selama ini cara anda salah. Jangan takut dengan perubahan, namun takutlah dengan kegagalan. (“Apa yang orang katakan, apa yang orang lakukan, dan apa yang mereka katakan, yang mereka lakukan adalah hal yang sama sekali berbeda.”— Margaret Meade.)

 

6. No Differentiate Account (Tidak Ada Akun Yang Berbeda)

Dengan bisnis MLM, kunci utama adalah percaya diri dapat mencapai tujuan. Jadi untuk menjaga kepercayaan diri itu, dan agar senantiasa termotivasi, akun pribadi dengan bisnis MLM anda haruslah terpisah. Hal ini bertujuan agar lebih jelas diketahui oleh diri anda, apakah bisnis MLM yang anda ikuti sesuai / cocok dengan bakat anda atau tidak. Di samping itu, anda juga akan termotivasi, semakin giat dan semangat jika rekening anda semakin hari semakin bertambah banyak. (“Rahasia sukses adalah keteguhan tujuan.”–Benyamin Disrael).

 

7. No Goal (Tidak Ada Tujuan)

Keteguhan Tujuan. Dalam bisnis MLM sangatlah penting. Jika tidak ada tujuan, kemauan anda untuk sukses sama saja dengan NOL. Sasaran yang ingin dicapai juga harus terarah dan jelas. Jika anda ingin mencapai keuntungan sekian dalam waktu sekian, maka yang harus di lakukan, adalah membuat kerangka tujuan apa saja yang harus dilakukan untuk mencapai target tersebut. Di samping itu, juga harus dibuat rencana yang jelas dan realistis, jangan sampai hanya energi yang terbuang sia-sia namun hasil tak sesuai dengan tujuan. (“Untuk mendapat apa yang kau inginkah, berhenti melakukan hal yang tidak diperlukan.”–Dennis Weave.

 

8. No Action Plan (Tidak Ada Rencana Aksi)

Tanpa rencana aksi yang di pikirkan, bagaikan orang buta yang hanya meraba-raba, tanpa tahu jelas kemana. Tanpa bayangan, tanpa rencana, berjalan tidak jelas. Mulai sekarang lakukan pertama kali dengan bayangan apa yang akan ada capai mulai sekarang dengan cara anda. Anda ingin sukses secara keuangan, anda harus tahu lebih dahulu jalan yang akan ada pilih, dan dengan cara apa anda berjalan di jalan itu. Hal itu dapat memperjelas bayangan anda selama ini. Bayangan kesuksesan anda nanti. (“Orang dengan tujuan kesuksesan karena mereka tahu kemana mereka akan pergi. Se-simpel itu.”— Earl Nightingale).

 

9. No Evalution (Tidak Ada Evaluasi)

Evaluasi itu wajib. Checklist di perlukan. Evaluasi itu sangat membantu anda dalam memutuskan keputusan yang bijak dan benar pada setiap langkah. Evaluasi dapat membantu anda mengetahuo metode yang anda lakukan ini benar atau salah. Melalui pengevaluasian akan bisa diterapkan keputusan bijak, metode mana yang lebih efektif dan efisian untuk mencapai tujuan. Jangan lewatkan evaluasi untuk mencegah bisnis MLM anda gagal. (“Kehidupan yang kuat dimotivasi oleh tujuan yang dinamis.”–Kenneth Hildebrand.)

 

10. No Vision (Tidak Ada Visi)

Visi atau tujuan di masa depan. Tidak ada masa depan, maka sama saja dengan anda tidak melakukan apa-apa. Jika anda ingin sukses secara keuangan dengan bisnis MLM anda, buatlah gambaran masa dengan di bantu dengan cara-cara sebelumnya.

Agar bisa senantiasa fokus dan konsentrasi dalam pencapaian tujuan, visi harus dimiliki. Demikian pun sebaliknya, visi dan tujuan tidak bisa di pisahkan, tanpa adanya visi, tujuan akan sulit dicapai. (“Fokus kepada kemana kau ingin pergi, bukan dengan ketakutanmu.”–Anthony Robbins)

Leave a Reply